Desa Sumerta Kelod: Warisan Sejarah, Hijau Berkelanjutan
Desa Sumerta Kelod berada di Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, dengan luas sekitar 271 hektar dan lingkungan yang hijau serta sejuk.
Ruang hijau desa yang tumbuh bersama nilai tradisi, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.
Desa Sumerta Kelod berada di Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, dengan luas sekitar 271 hektar dan lingkungan yang hijau serta sejuk.
Taman Telajakan Teba Maguna menjadi contoh nyata bagaimana ruang hijau tradisional dapat menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya.
Taman telajakan memadukan kekayaan budaya Bali, keindahan alam, kearifan lokal, serta fungsi ekologis yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lubang silindris vertikal untuk meningkatkan daya serap air, mengolah sampah organik menjadi kompos, mengurangi genangan, dan membantu menjaga cadangan air tanah.
Bangunan teknik vertikal ke dalam tanah untuk menampung air hujan agar meresap ke lapisan tanah, mengurangi limpasan, mencegah genangan, dan mengisi kembali air tanah.
Wadah untuk mengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk alami, sehingga mendukung pengelolaan sampah mandiri dan pertanian organik.
Inovasi sederhana berupa tempat sampah anorganik dari kawat besi untuk menampung sampah plastik dan botol plastik serta mendukung pengelolaan sampah terpadu.
Tanaman hias khas Bali dengan bunga putih yang elegan dan aroma harum yang lembut.
Tanaman berbunga dengan bentuk, warna, dan pola bunga yang beragam serta populer sebagai tanaman hias.
Tanaman hias tropis yang khas di Bali, sering dijumpai di pura dan taman rumah adat, dengan bunga indah dan harum.
Pohon berbunga harum dengan nilai budaya dan simbolis tinggi di Bali serta tajuk yang memberi keteduhan.